CATATAN SEORANG MAHASISWA

suatu yang tidak akan saya bisa hidup seperti sampai saat ini, selalu terinspirasi oleh pengalaman

Sunday, 14 October 2012

Tunalaras

Tunalaras adalah individu yang mengalami hambatan dalam mengendalikan emosi dan kontrol sosial.
Individu tunalaras biasanya menunjukan perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku di sekitarnya. Tunalaras dapat disebabkan karena faktor internal dan faktor eksternal yaitu pengaruh dari lingkungan sekitar.

Klasifikasi anak tunalaras

Secara garis besar anak tunalaras dapat diklasifikasikan menjadi anak yang mengalami kesukaran dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan anak yang mengalami gangguan emosi. Sehubungan dengan itu, William M.C (1975) mengemukakan kedua klasifikasi tersebut antara lain sebagai berikut:
  1. anak yang mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial:
    1. The Semi-socialize child, anak yang termasuk dalam kelompok ini dapat mengadakan hubungan sosial tetapi terbatas pada lingkungan tertentu. Misalnya: keluarga dan kelompoknya. Keadaan seperti ini datang dari lingkungan yang menganut norma-norma tersendiri, yang mana norma tersebut bertentangan dengan norma yang berlaku di masyarakat. Dengan demikian anak selalu merasakan ada suatu masalah dengan lingkungan di luar kelompoknya.
    2. Children arrested at a primitive level of socialization, anak pada kelompok ini dalam perkembangan sosialnya, berhenti pada level atau tingkatan yang rendah. Mereka adalah anak yang tidak pernah mendapat bimbingan kearah sikap sosial yang benar dan terlantar dari pendidikan, sehingga ia melakukan apa saja yang dikehendakinya. Hal ini disebabkan karena tidak adanya perhatian dari orang tua yang mengakibatkan perilaku anak di kelompok ini cenderung dikuasai oleh dorongan nafsu saja. Meskipun demikian mereka masih dapat memberikan respon pada perlakuan yang ramah.
    3. Children with minimum socialization capacity, anak kelompok ini tidak mempunyai kemampuan sama sekali untuk belajar sikap-sikap sosial. Ini disebabkan oleh pembawaan/kelainan atau anak tidak pernah mengenal hubungan kasih sayang sehingga anak pada golongan ini banyak bersikap apatis dan egois.
  2. Anak yang mengalami gangguan emosi, terdiri dari:
    1. neurotic behavior, anak pada kelompok ini masih bisa bergaul dengan orang lain akan tetapi mereka mempunyai masalah pribadi yang tidak mampu diselesaikannya. Mereka sering dan mudah dihinggapi perasaan sakit hati, perasaan cemas, marah, agresif dan perasaan bersalah. Di samping itu kadang mereka melakukan tindakan lain seperti mencuri dan bermusuhan. Anak seperti ini biasanya dapat dibantu dengan terapi seorang konselor. Keadaan neurotik ini biasanya disebabkan oleh sikap keluarga yang menolak atau sebaliknya, terlalu memanjakan anak serta pengaruh pendidikan yaitu karena kesalahan pengajaran atau juga adanya kesulitan belajar yang berat.
    2. children with psychotic processes, anak pada kelompok ini mengalami gangguan yang paling berat sehingga memerlukan penanganan yang lebih khusus. Mereka sudah menyimpang dari kehidupan yang nyata, sudah tidak memiliki kesadaran diri serta tidak memiliki identitas diri. Adanya ketidaksadaran ini disebabkan oleh gangguan pada sistem syaraf sebagai akibat dari keracunan, misalnya minuman keras dan obat-obatan.
  3.          dikutip: http://id.wikipedia.org/wiki/Tunalaras
Posted by ARDIN at 11:20 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Hati Seorang Tuna Daksa


Hati Seorang Tuna Daksa


FIKSI | 14 March 2012 | 07:05

13316834471054511310
Malam telah larut, namun rasa kantuk tak kunjung tiba, sejuta galau masih menyelimuti hati Indah, mahasiswi semester akhir di salah satu Perguruan Tinggi Negeri  di Jakarta.
Kejadian hari ini  sungguh membuatnya resah, seakan tak percaya bahwa ia berani mengambil keputusan yang justru sangat  melukai hatinya. Entah sudah berapa kali lagu Kehilangan yang dinyanyikan Firman diputarnya … Sebuah lagu kesukaannya  yang kini seakan menjadi curahan hatinya.
Masih jelas dalam ingatannya saat pertama kali tante Tina memintanya untuk menemani Doni, putra semata wayangnya.
“Hanya saat kuliahmu kosong aja kok Ndah, Tante mohon kamu mau menerima tawaran ini, Doni butuh teman, Tante pikir kamu orang yang tepat untuk dapat menjadi temannya”
Mengingat kebaikan Tante Tina yang selama ini sudah menjadi donatur tetap  Panti Asuhan dimana Indah dibesarkan maka Indah pun menerima tawaran tersebut.
Apa yang dipikirkan Indah tentang Doni sangatlah berbeda dengan kenyataannya, Doni bukanlah seorang anak kecil, melainkan seorang pemuda seusianya yang menderita cerebral palsy.
Karena kemampuan ekonomi, kasih sayang dan perhatian orang tuanya yang begitu besar, Doni bisa tumbuh menjadi pribadi yang cukup mandiri meskipun Ia tetap harus menggunakan kursi roda untuk bergerak. Bahkan Doni bisa kuliah di sebuah perguruan tinggi terkenal di Karawaci, meskipun pada saat ke kampus ia tetap harus selalu ditemani seorang perawat khususnya.
Keterbatasan yang Doni miliki menjadikannya sulit untuk memiliki banyak teman, karena itulah Tante Tina  meminta Indah untuk menjadi temannya.
Pada saat  awal berkenalan tidak banyak yang dapat Indah lakukan, karena tidak mudah bagi Indah yang pendiam untuk cepat berakrab akrab ria dengan orang yang baru dikenalnya.
Mungkin karena kebetulan mereka mengambil jurusan yang sama, dan juga karena Indah sudah berada di semester akhir, sehingga diskusi mengenai tugas tugas kuliah Doni membuat keduanya  bisa dengan cepat menyesuaikan diri.
Dalam keterbatasannya, Doni memiliki semangat juang yang tinggi, tidak mudah baginya untuk dapat mengerjakan tugas tugas kuliah yang begitu banyak,  yang mungkin bagi sebagian orang normal mudah saja untuk mengerjakannya.
Sebuah prinsip hidup yang selalu ditanamkan orang tuanya semenjak kecil membuat Doni punya semangat hidup seperti sekarang ini.  Keterbatasan yang kita miliki bukanlah alasan untuk menjadikan hidup kita terbatas, semua dapat kita lakukan asal kita yakin bahwa kita mampu melakukannya.
Itulah yang membuat Indah kagum pada Doni.
***********
Siang itu seperti  biasanya Indah berkunjung ke rumah Doni, namun menurut keterangan Mbok Nah, Doni sedang menjalani terapi. Karena menurut Mbo Nah  sebentar lagi kembali Indah memutuskan untuk menunggu di kamar Doni sambil mengerjakan skripsinya, dan sudah atas seijin Doni bahwa Indah dapat kapan saja menggunakan laptop Doni untuk menyelesaikan tugas tersebut.
Saat sedang mengetik tugasnya, tiba tiba tanpa sengaja Indah menemukan sebuah file yang berisi catatan harian Doni, di sana Ia menemukan sebuah puisi :
Tuhan…
Terima kasih untuk sebuah keindahan yang telah Kau hadirkan dalam hidupku
Indah senyumnya
Indah tutur katanya
Indah bahasa tubuhnya
Indah tingkah lakunya
Indah mata dan mata hatinya
walau kutahu, semua keindahan ini hanya dapat kulihat dan kurasakan namun tak mungkin dapat kumiliki ….

Indah terdiam, batinnya bertanya “apakah Doni menyukaiku? Tidak…tidak mungkin, aku tidak boleh membiarkan ini terjadi”
Bergegas ia pun pamit pulang kepada Mbok Nah dan setibanya di rumah, segera Ia menelepon Tante Tina dan mengabarkan bahwa Ia tidak bisa lagi menemani Doni.
Keputusan untuk berhenti menemani Doni inilah yang membuat hatinya galau hingga Ia tak mampu memejamkan mata malam ini, hati kecilnya seolah berontak, apa salah Doni sehingga Ia tega meninggalkannya? Hanya karena puisi itu?  Terlalu naif rasanya bila hanya karena sebuah puisi Ia pergi meninggalkan Doni.
Apakah penderita cerebral palsy tidak boleh memiliki cinta?
“Doni tidak pernah menyatakan cinta padaku, aku yang terlalu kegeeran, bodoh… sungguh bodoh bila aku harus meninggalkan orang yang begitu hebat hanya karena kegeeranku yang gak jelas”
Tak sabar menunggu datangnya pagi, diambilnya hape dan diketiknya sebuah sms ” Tante Tina yang baik hati, mohon maaf bila aku mengganggu, semoga Tante belum mencari pengganti aku untuk menemani Doni, ijinkan aku untuk tetap menemani Doni, Tante..”
Pesan pun terkirim…
********
Catatan
Menurut wikipedia,
Tuna Daksa adalah individu yang memiliki gangguan gerak yang disebabkan oleh kelainan neuromuskular dan struktur tulang yang bersifat bawaan, sakit atau akibat kecelakaan, termasuk celebral palsy, amputasi, polio, dan lumpuh.
Cerebral palsy adalah suatu gangguan atau kelainan yang terjadi pada suatu kurun waktu dalam perkembangan anak, mengenai sel-sel motorik di dalam susunan saraf pusat, bersifat kronik dan tidak progresif akibat kelainan atau cacat pada jaringan otak yang belum selesai pertumbuhannya.

dikutip: http://fiksi.kompasiana.com/cerpen/2012/03/14/hati-seorang-tuna-daksa/
Posted by ARDIN at 11:14 1 comment:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Monday, 8 October 2012

KENALI TUNAWICARA LEBIH JAUH

Tunawicara merupakan individu yang mengalami kesulitan berbicara. Hal ini dapat disebabkan oleh kurang atau tidak berfungsinya alat-alat bicara, seperti rongga mulut, lidah, langit-langit dan pita suara. Selain itu, kurang atau tidak berfungsinya organ pendengaran, keterlambatan perkembangan bahasa, kerusakan pada system saraf dan struktur otot, serta ktidakmampuan dalam control gerak juga dapat mengakibatkan keterbatasan dalam berbicara. DI antara individu yang mengalami kesulitan berbicara ada yang sama sekali tidak dapat berbicara, dapat mengeluarkan bunyi tetapi tidak mengucapkan kata-kata dan ada yang dapat berbicara tetapi tidak jelas.
Disabilitas pendengaran pada umumnya dialami oleh individu yang lahir sebelum waktunya (premature). Penyandang disabilitas bicara ini memiliki beberapa karakteristik antara lain memiliki suara sengau, cadel, bicara tidak jelas dan tidak mengeluarkan suara saat berbicara, cenderung pendiam, pandangan tertuju pada satu obyek, menggunakan komunikasi non verbal dan bahasa tubuh untuk mengungkapkan pendapat, pikiran dan keinginan, serta lebih memilih berkomunikasi secara tertulis.
Masalah yang utama pada diri seorang tunawicara adalah  mengalami kehilangan/terganggunya fungsi pendengaran (tunarungu) dan atau fungsi bicara (tunawicara), yang  disebabkan karena bawaan lahir, kecelakaan maupun penyakit. Umumnya anak dengan gangguan dengar/wicara yang disebabkan karena faktor bawaan (keturunan/genetik)  akan berdampak pada kemampuan bicara  Walaupun tidak selalu. Sebaliknya anak yang tidak/kurang dapat bicara umumnya masih dapat menggunakan fungsi pendengarannya walaupun tidak selalu. Anak dengan gangguan dengar/wicara dikelompokan sebagai berikut :
a)                  Ringan (20 – 30 db)
Umumnya mereka masih dapat berkomunikasi dengan baik, hanya kata-kata tertentu saja yang tidak dapat mereka dengar langsung, sehingga pemahaman mereka menjadi sedikit terhambat.
b)                  Sedang (40 – 60 db)
Mereka mulai mengalami kesulitan untuk dapat memahami pembicaraan orang lain, suara yang mampu terdengar adalah suara radio dengan volume maksimal
c)                  Berat/parah (di atas 60 db)
Kelompok ini sudah mulai sulit untuk mengikuti pembicaraan orang lain, suara yang mampu mereka dengar adalah suara yang sama kerasnya dengan jalan pada jam-jam sibuk. Biasanya kalau masuk dalam kategori ini sudah menggunakan alat bantu dengar, mengandalkan pada kemampuan membaca gerak bibir, atau bahasa isyarat untuk berkomunikasi.
Karakteristik tunawicara:
a)                  Berbicara keras dan tidak jelas
b)                  Suka melihat gerak bibir atau gerak tubuh teman bicaranya
c)                  Telinga mengeluarkan cairan
d)                  Menggunakan alat bantu dengar
e)                  Bibir sumbing
f)                    Suka melakukan gerakan tubuh
g)                  Cenderung pendiam
h)                  Suara sengau
i)                    Cadel
Cara membantu tunawicara:
a)                  Bicara harus jelas dengan ucapan yang benar
b)                  Gunakan kalimat sederhana dan singkat
c)                  Gunakan komunikasi non verbal seperti gerak bibir atau gerakan tangan
d)                  Gunakan pulpen dan kertas untuk menyampaikan pesan
e)                  Bicara berhadapan muka
f)                    Latihan gerak bibir dengan cermin
g)                  Latihan menggunakan bahasa isyarat
h)                  Jika masih memungkinkan, periksakan kepada tenaga profesional untuk mendapatkan alat bantu dengar.

dikutip: http://www.kartunet.com/articles/2012/10/22/kenali-tunawicara-lebih-jauh

Posted by ARDIN at 16:10 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Inilah Aplikasi SMS Untuk Tuna Netra


Aplikasi Brailletouch dioperasikan dengan menggunakan enam jari.

Para peneliti mengembangkan teknologi baru untuk membantu orang buta mengirim pesan pendek atau SMS dengan menggunakan layar sentuh. Tim peneliti perusahaan Georgia Tech memproduksi aplikasi Brailletouch berdasarkan sistem penulisan Braille. Rencananya aplikasi ini akan tersedia untuk telepon keluaran Apple dan Android. Kecepatan mengetik dengan aplikasi baru ini dilaporkan enam kali lebih cepat dibandingkan metode yang ada sekarang untuk pengguna yang tidak bisa melihat.

Akses teknologi bagi orang-orang yang mempunyai masalah penglihatan belakangan ini menjadi persoalan yang makin besar di tengah pertumbuhan peralatan dengan sistem layar sentuh. Menurut sejumlah ahli, teknologi yang tersedia saat ini seperti teknologi Voiceover dari Apple memang bisa berfungsi tetapi terlalu lamban sehingga penggunaannya tidak efektif.

Brailletouch -yang diharapkan akan diluncurkan dalam waktu beberapa pekan mendatang- menggunakan sistem yang dikendalikan dengan enam jari dan -yang paling penting- tidak membutuhkan gerakan tangan. "Pengguna yang bisa mengetik Braille tidak pernah menggerakkan tangan mereka," jelas Mario Romero, peneliti utama dalam proyek ini.

"Ketika pengguna memegang telepon mereka memegang dengan layar yang membelakangi mereka dalam bentuk melebar. Mereka menggunakan jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis di kedua tangan untuk telepon itu." "Bukan seperti keyboard Qwerty yang digerakkan ke atas dan ke bawah. Begitulah cara kerjanya, kita bisa menggunakan hanya dengan enam kunci," tambah Mario.



aplikasi-aplikasi serupa dengan brailletouch yang diurut berdasarkan harga


pola karakter huruf braille dalam aplikasi brailletouch


desain brailletouch untuk iphone
bagian belakang



penulisan huruf-huruf dilakukan dengan menekan tombol/kombinasi tombol seperti gambar diatas, buat tombol tambahan seperti spasi dan backspace dengan menekan tombol ditengah (tombol 7), buat baxkspace dengan menekan kombinasi tombol 6 dengan spasi. aplikasi brailletouch dilengkapi dengan suara 



dikutip : http://menujuhijau.blogspot.com/2012/02/inilah-aplikasi-sms-untuk-tuna-netra.html#ixzz28hDTYIL8
Posted by ARDIN at 15:55 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Wanita Tuna Netra Keturunan Asia Juara Master Chef Amerika

Rabu, 19 September 2012 00:30 WIB
VIVA
MEMILIKI kekurangan tak membuat Christine Ha pantang menyerah dalam mewujudkan impiannya. Dalam "kegelapan" wanita keturunan Asia ini berhasil mengalahkan 17 pesaingnya dalam MasterChef Amerika season 3.
Christine adalah seorang tuna netra yang memasak hanya dengan mengandalkan insting serta indera perasa dan pencuiman. Dalam kontes masak ini, ia adalah satu-satunya peserta tuna netra yang pernah ada dalam acara tersebut.
Christine Ha mengatakan, dia mampu bersaing dengan para kontestan lain, karena ia tak dilahirkan buta. Penyakit auto-inmun yang menyerang saraf optik, membuat dirinya mengalami kebutaan sejak 5 tahun lalu.
Pada babak final akhir, Ha melawan Josh Marks, seorang tentara Amerika, untuk memenangkan hadiah sebesar $250.000 atau setara Rp 2,3 miliar dan sebuah buku masak.
Sajian salad pepaya Thailand berhasil membawa Ha pada kunci kemenangan. Perpaduan rasa pedas, manis dan asin yang seimbang berhasil mengalahkan masakan lobster buatan Josh.
"Memenangkan MasterChef adalah pencapaian terbesar dalam hidupku. Kemenangan ini membuatku percaya pada diriku dan yakin dengan intuisiku," ujarnya.


dikutip:| http://atjehpost.com/read/2012/09/19/21477/0/51/Wanita-Tuna-Netra-Keturunan-Asia-Juara-Master-Chef-Amerika
Posted by ARDIN at 15:53 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Karakteristik Tunanetra

Karakteristik
1. Tunanetra
a. Fisik
Keadan fisik anak tunanetra tidak berbeda dengan anak sebaya lainnya.perbedaan nyata diantaranya mereka hanya terdapat pada organ penglihatannya. Gejala tunanetra yang dapat diamati dari segi fisik antara lain: mata juling, sering berkedip, menyipitkan mata, kelopak mata merah, gerakan mata tak beraturan dan cepat, mata selalu berair dan sebagainya.

b. Perilaku
1) Beberapa gejala tingkah laku pada anak yang mengalami gangguan penglihatan dini antara lain; berkedip lebih banyak dari biasanya. menyipitkan mata, tidak dapat melihat benda-benda yang agak jauh.
2) Adanya keluhan-keluhan antara lain : mata gatal, panas, pusing, kabur atau penglihatan ganda.
c. Psikis.
1) Menta/Intelektual
Tidak berbeda jauh dengan anak normal. Kecenderungan IQ anak tunanetra ada pda batas atas sampai batas bawah.
2) Sosial
Kadangkala ada keluarga yang belum siap menerima anggota keluarga yang tuna netra sehingga menimbulkan ketegangan/gelisah di antara keluarga. Seorang tunanetra biasanya mengalami hambatan kepribadian seperti curiga terhadap orang lain, perasaan mudah tersinggung dan ketergantungan yang berlebihan.

2. Low Vision
Ciri-ciri antara lain :
a. Menulis dan membaca dengan jarak yang sangat dekat
b. Hanya dapat membaca huruf yang berukuran besar
c. Memicingkan mata atau mengerutkan kening terutama di cahaya terang atau saat mencoba melihat sesuatu.


dikutip: http://widypsikologi.wordpress.com/2010/05/29/karakteristik-tunanetra/
Posted by ARDIN at 15:44 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

DIAGNOSA AUTISME

Sejauh ini tidak ditemukan tes klinis yang dapat mendiagnosa langsung autisme. Diagnosa yang paling tepat adalah dengan cara seksama mengamati perlilaku anak dalam berkomunikasi, bertingkah laku dan tingkat perkembangannya. Dikarenakan banyaknya perilaku autisme juga disebabkan oleh adanya kelainan kelainan lain (bukan autisme) sehingga tes klinis dapat pula dilakukan untuk memastikan kemungkinan adanya penyebab lain tersebut.


Karena karakteristik dari penyandang autisme ini banyak sekali ragamnya sehingga cara diagnosa yang paling ideal adalah dengan memeriksakan anak pada beberapa tim dokter ahli seperti ahli neurologis, ahli psikologi anak, ahli penyakit anak, ahli terapi bahasa, ahli pengajar dan ahli profesional lainnya dibidang autisme. Dokter ahli / praktisi profesional yang hanya mempunyai sedikit pengetahuan / training mengenai autisme akan mengalami kesulitan dalam men-diagnosa autisme. Kadang kadang dokter ahli / praktisi profesional keliru melakukan diagnosa dan tidak melibatkan orang tua sewaktu melakukan diagnosa. Kesulitan dalam pemahaman autisme dapat menjurus pada kesalahan dalam memberikan pelayanan kepada penyandang autisme yang secara umum sangat memerlukan perhatian yang khusus dan rumit.


Hasil pengamatan sesaat belumlah dapat disimpulkan sebagai hasil mutlak dari kemampuan dan perilaku seorang anak. Masukkan dari orang tua mengenai kronologi perkembangan anak adalah hal terpenting dalam menentukan keakuratan hasil diagnosa. Secara sekilas, penyandang autisme dapat terlihat seperti anak dengan keterbelakangan mental, kelainan perilaku, gangguan pendengaran atau bahkan berperilaku aneh dan nyentrik. Yang lebih menyulitkan lagi adalah semua gejala tersebut diatas dapat timbul secara bersamaan.


Karenanya sangatlah penting untuk membedakan antara autisme dengan yang lainnya sehingga diagnosa yang akurat dan penanganan sedini mungkin dapat dilakukan untuk menentukan terapi yang tepat


dikutip: http://puterakembara.org/archives8/00000005.shtml
Posted by ARDIN at 15:29 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Translate

Total Pageviews

Blog Archive

  • ▼  2013 (2)
    • ▼  September (2)
      • makalah PEMBELAJARAN BAGI ANAK DENGAN GANGGUAN PEN...
      • makalah PENYEBAB KETUNALARASAN
  • ►  2012 (18)
    • ►  November (2)
    • ►  October (16)

About Me

My photo
ARDIN
View my complete profile

Entri Populer

Awesome Inc. theme. Powered by Blogger.